Mana Yang Harus Didahulukan Puasa Syawal atau Qadha Puasa Ramadan?

Yapim, Tangerag – Bulan Ramadan telah usai kini berganti dengan Bulan Syawal, Bulan kemenangan setelah satu bulan berpuasa, di bulan ini dimana terdapat sunah yang dianjurkan untuk umat islam menjalankannya yaitu anjuran untuk berpuasa selama enam hari, yang dapat dimulai pada tanggal 2 Syawal. Puasa Syawal memiliki pahala setara dengan satu tahun berpuasa. Tetapi, Manakah yang harus didahulukan Puasa Syawal atau Qadha Puasa Ramadan?

Berdasarkan Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), KH Hamdan Rasyid, menjelaskan Puasa Syawal enam hari memiliki keutamaan yang istimewa, seperti yang Hadist dibawah ini:

“ Dari Abu Ayub Al Anshari RA, Rasulullah SAW berkata, “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR Muslim)

Lebih lanjut, lulusan doktoral ushul fikih UIN Jakarta menyarankan untuk mendahulukan ibadah fardu, seperti membayar hutang puasa Ramadan sebelum melakukan puasa sunnah Syawal. Membayar hutang puasa ramadan disegerakan dan lebih baik lagi jika ditunaikan di Bulan Syawal.

Menurutnya “Tentu seharusnya mendahulukan yang wajib, kerena ibadah itu selalu memprioritaska yang Fardhu”

Dalam pelaksanaannya pula puasa Syawal dna Puasa Qadha tidak dapat digabungkan dikarenakan berbeda hukumnya. Puasa Qadha hukumnya adalah wajib sedangkan Puasa Syawal hukumnya sunah, jdi secraa pengerjaannya tidak boleh digabungkan. Ibaratkan seperti ibadah Sholat Dzuhur yang tidak bisa digabungkan dengan sholat qabliyah atau ba’diyah itu harus dikerjakan sendiri-sendiri.

Adapun pelaksanaan Puasa Syawal dapat boleh dilakukan enam hari berturut-turut boleh juga dilakukan selang-seling selama masih di Bulan Syawal. Berikut adalah lafal niat Puasa Syawal:

وَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى‎

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

 

Bacaan Niat Puasa Syawal Di Pagi Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى‎

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”

Cara terbaik untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta adlah menunaikan ibadah fardu dan melaksanakan ibadah sunnah semaksimal mungkin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *