Puasa Syawal Pahala Setara Setahun Berpuasa

Selasa (11/5/2021) pemerintah menggelar sidang isbat penentuan 1 Syawal 1442 H bersama Kementerian Agama. Hasil sidang isbat tersebut, 1 Syawal 1442 H jatuh pada tanggal 13 Mei 2021.

Setelah tanggal 1 Syawal, umat Muslim disunahkan kembali untuk menjalankan puasa Syawal selama 6 hari. Puasa sunah ini boleh dilaksanakan enam hari berturut-turut. boleh juga dilakukan tidak berurutan asalkan masih berada di Bulan Syawal. Amalan sunah ini memiliki keutamaan dan keberkahan yang luar biasa.dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah keutamaan Puasa Syawal.

  • Pahala setara puasa setahun

Puasa Syawal ini memiliki pahala yang setara dengan puasa selama satu tahun. Anggapan ini memiliki dalil yang shahih

من صام رمضان ثم أتبعه بست من شوال كان
كصيام الدهر” رواه مسلم
“Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama 6 (enam) hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun.” (HR. Muslim No. 1164)

  • Penyempurna Ibadah

Puasa Syawal dapat menyempurnakan ibdah umat muslim. Hal ini sesuai dengan yang dijelaskan oleh Ibnu Rajab seperti berikut ini:

“Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. begitu pula barang siapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.” (Latho-if Al Ma’arif, hal. 394)

  • Mendekatkan diri kepeda Allah

Setiap muslim yang mengerjakan Puasa Syawal selama enam hari, maka mendapat tempat mulia di sisi Allah. Selain itu, bau mulut orang yangberpuasa lebih harus di sisi Allah dibandingkan dengan minyak kasturi, sebagaimana ditegaskan dalam salah satu hadis berikut:

” Setiap amal manusia adalah untuk dirinya kecuali puasa, ia (puasa) adalah untuk-Ku dan Aku memberi ganjaran dengan (amalan puasa itu).” Kemudian, Rasulullah melanjutkan, ” Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dibandingkan wangi minyak kasturi.” (HR. Muslim).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *