Bersyukur dengan yang Sedikit

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sahabat dermawan, semoga selalu diberkahi oleh Allah swt, dan selalu dalam lindungan-Nya. Alhamdulillah, puji syukur pada Allah pemberi macam nikmat. Shalawat serta salam senantiasa dipanjatkan pada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

 

Syukuri yang Sedikit

Dari An Nu’man, Nabi shallallahu’alaihi wa salllam bersabda:

“Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad). Bagaimana mungkin sesorang dapat mensyukuri rizki yang banyak, rizki yang sedikit dan tetap terus Allah beri pun sulit untuk disyukuri?

Setiap saat kita mendapatkan nikmat yang banyak dari Allah, namun terkadang diri ini selalu merasa kurang, merasa sedikit nikmat yang Allah berikan. Bayangkan saja bagaimana jika kesehatan yang Allah beri secara gratis ini jika haruslah membayar amatlah mahal. Allah beri umur panjang, yang kalu dibeli dengan seluruh harta kita pun tak akan sanggup membayarnya. Namun, demikianlah diri ini hanya meganggap harta saja sebagai nikmat dan rizki. Padahal kesehatan, umur panjang, lebih dari itu adalah keimanan, semua adalah nikmat dari Allah yang luar biasa.

Kita Selalu Lalai dari 3 Nikmat

  1. Nikmat yang nampak di mata hamba.
  2. nikmat yang diharapkan kehadirannya.
  3. nikmat yang tidak dirasakan.

Ibnul Qoyyim menceritakan bahwa ada seorang Aran menemui Amirul Mukminin Ar Rosyid. Orang itu berkata, “Wahai Amirul Mukminin. Semoga Allah senantiasa memberikanmu nikmat dan mengkokohkanmu untuk mensyukurinya. Semoga Allah juga memberikan nikmat yang engkau harap-harap dengan engkau berprasangka baik pada- Nya dan kontinu dalam melakukan ketaatan pada-Nya. Semoga Allah juga menampakkan nikmat padamu namun tidak engkau rasakan, semoga engkau juga mensyukurinya.” Ar Rosyid terkagum-kagum dengan ucapan orang ini. Lantas beliau berkata, “Sungguh bagus pembagian nikmat menurutmu tadi.” (Al Fawa’id, Ibnul Qayyim, terbitan Darul ‘Aqidah, hal. 165-166).

Itulah nikmat yang sering kita lupakan, kita mungkin hanya tahu berbagai nikmat yang ada di hadapan kita, semisal rumah yang mewah, motor yang bagus, gaji yang berlimpah, dsb. Begitu juga kita senantiasa mengharapkan nikmat lainnya semacam berharap agar tetap istiqomah dalam agama ini, bahagia di masa mendatang, hidup berkecukupan nantinya. Namun, ada pula nikmat yang mungkin tidak kita rasakan, padahal itu juga nikmat.

Semoga kita selalu mensyuuri nikmat yang Allah berikan kepada kita baik sedikit maupun banyak. “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahiim: 7).

 

Walhamdulillahirrabbil ‘alaaminn

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Komentar

  1. Terimakasih kak.. pencerahannya, semangat👍

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *