Amalan-amalan Yang Harus Diutamakan di Bulan Rajab

 

Bulan Rajab adalah bulan ibadah untuk memperbanyak kebaikan bagi umat muslim. Salah satu bulan haram yang dimuliakan oleh Allah adalah bulan Rajab. Pada bulan Rajab, banyak sekali keistimewaan yang dapat dicapai oleh setiap umat muslim. Bulan Rajab merupakan momentum terjadinya peristiwa Isra Miraj.

Bulan Rajab dan Sya’ban menjadi pengingat penting akan datangnya bulan Ramadhan. Dengan harapan, di bulan Ramadhan dapat berjumpa untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaannya. Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa bulan Rajab merupakan bulan yang mulia dan setiap umat muslim menyambutnya dengan penuh kegembiraan. Rasulullah SAW menyambut bulan Rajab dengan berdoa agar Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dan panjang umur hingga menikmati keistimewaan bulan Ramadhan.

Dengan begitu, setiap muslim dianjurkan menjalankan amalan-amalan untuk meningkatkan amal ibadahnya di bulan Rajab. Salah satu amalannya yaitu menjalankan puasa. Hukum puasa pada bulan Rajab sesuai pendapat Imam An-Nawawi adalah sunnah. Pendapat ini dilandasi pada hukum puasa itu sendiri, boleh dilakukan kecuali hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Selanjutnya, amalan kedua yaitu melakukan sedekah. Bersedekah merupakan salah satu amalan ibadah yang dilipatgandakan oleh Allah. Bersedekah pada bulan Rajab seperti sedekah seribu dinar, dituliskan bagi setiap helai bulu romanya seribu kebajikan, diangkat seribu darjat dan dihapuskan seribu kejahatan serta dijauhkan daripada api neraka. Bersedekah dapat memperlancar dan memperbanyak rezeki. Bersedekah juga akan memberikan keberkahan di dunia maupun di akhirat.

Amalan ketiga, yaitu memperbanyak istighfar untuk memohon ampun kepada Allah atas segala dosa-dosa yang telah dilakukan lalu berdoa dan berdzikir untuk senantiasa mengingat kebesaran Allah.

Terakhir yaitu melakukan shalat malam pada bulan Rajab. Seperti dikutip dari NU Online, Syekh Abdul Qadir al-Jilani dalam kitab al-Ghun-yah menerangkan bahwa Sayyidina Ali memfokuskan diri beribadah pada empat malam dalam setahun, salah satunya malam pertama di bulan Rajab.

Artinya: “Sayyidina Ali radhiyallaahu ‘anhu memfokuskan dirinya untuk beribadah dalam empat malam dalam satu tahun, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Idul Fitri, malam Idul Adha, dan malam Nishfu Sya’ban.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *